Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

Tentang Budaya Jawa

sumber: asidhatra blog, 2007 - tentang budaya jawa

Sebelum bangsa-bangsa dari luar Nusantara berdatangan ke Nusantara untuk menjajakan barang dagangannya dan menawarkan atau memaksakan sikap pikirnya, orang-orang Jawa yang sejati sudah mempunyai peradabannya sendiri.

 Jawa yang sejati ini sekarang sudah jarang sekali. Demikian menurut seorang sufi dan pelukis (almarhum) dari Klaten, Jateng, yang sudah menulis lebih dari 50 risalah mengenai faham Jawa. Paling banyak tinggal satu persen dari semua orang yang menyebut dirinya Jawa dan atau Jawa secara badani. Cara menghitungnya adalah berdasar pengalaman beliau sendiri yang diperkuat oleh pengalaman seorang sufi lain di sebuah dusun terpencil di kawasan Ponorogo, Jatim, masih hidup yang tidak mungkin saya uraikan di sini.

Sekedar untuk mengetahui ciri-cirinya, bisalah dikatakan bahwa rata-rata manusia yang dianggap Jawa yang namanya paling kerap disebut-sebut di dalam media di Indonesia adalah bukan Jawa yang sejati.